Kamis, 29 Juli 2010

Menikmati Perjalanan dengan KA "Presiden"


Berkaraoke di gerbong kereta api? Ya, mengapa tidak? Di dalam gerbong KA wisata dengan desain khusus, penumpang dapat menikmati suasana santai, termasuk berkaraoke. Kompas menikmati perjalanan dengan KA wisata sepanjang hari Selasa, bersama puluhan wartawan lainnya. Berangkat dari Stasiun KA Gambir Jakarta pukul 10.00, dua gerbong KA wisata yang digandengkan dengan KA Argo Gede yang menuju Bandung.

Dua gerbong KA wisata itu adalah gerbong KA wisata Nusantara dan KA wisata Toraja, masing-masing berkapasitas 19 orang dan 22 orang. Dua gerbong ini berada di rangkaian gerbong paling belakang.

Dari gerbong KA wisata Nusantara yang berada pada rangkaian KA Argo Gede paling belakang, penumpang dapat melihat pemandangan alam.

Dari balkon VIP yang dilengkapi dengan meja dan kursi, pemandangan di luar dapat dinikmati dengan leluasa, mulai dari sawah nan hijau sampai gubuk-gubuk di tepi rel KA.

Di lobi tengah KA wisata Nusantara ini, tersedia sofa dengan fasilitas audio yang dapat digunakan untuk berkaraoke. Sepanjang perjalanan pergi ke Bandung dan kembali ke Jakarta, penumpang KA wisata terus menikmati suasana santai.

Sejak berangkat ke Bandung dalam waktu hampir tiga jam dan kembali ke Stasiun Gambir, penumpang bisa mengisi waktu dengan berkaraoke.

”Guncangan-guncangan yang terjadi selama perjalanan tidak terasa karena dikalahkan oleh suara keras para penumpang yang berkaraoke,

Suasana panas di luar tidak terasa karena KA wisata Nusantara dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan, selain kamar mandi. Penumpang yang ingin beristirahat dapat merebahkan diri di kamar tidur dengan kasur yang cukup untuk dua orang. Kamar tidur ini dilengkapi dengan kaca rias.

Biasanya, KA wisata Nusantara digunakan presiden Republik Indonesia sejak era pemerintahan Soeharto. Namun, ketika itu KA wisata Nusantara hanya terbatas digunakan untuk rombongan presiden. Baru setelah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden, KA wisata Nusantara diperbolehkan digunakan masyarakat umum.

”Pak SBY mengizinkan KA wisata Nusantara disewakan kepada masyarakat umum,
Digunakan oleh publik

Sejak tiga tahun terakhir ini, KA wisata yang biasa digunakan presiden itu dapat pula dinikmati oleh masyarakat luas. Padahal KA wisata ini sudah ada sejak tahun 1995.

Setelah mendapat lampu hijau dari Presiden, manajemen PT KA memanfaatkan kereta itu sebagai moda transportasi bagi publik. Sejak KA itu dioperasikan, PT KA memperoleh tambahan pendapatan rata-rata Rp 200 juta per tahun dari sewa tiga gerbong KA wisata.

”Tahun 2007, KA wisata disewa sebanyak 36 kali. Biasanya yang mencarter adalah pejabat dan mantan pejabat, kalangan artis dan pengusaha yang berlibur bersama keluarga dan kerabatnya. Wistawan asing juga pernah menyewa KA wisata ini,” kata Kepala Humas PT KA Adi Suryatmini.

Gerbong lainnya, KA wisata Toraja, berkapasitas 22 tempat duduk eksklusif, enam belas orang di ruang rapat yang dapat pula digunakan untuk berkaraoke, dan enam lainnya di ruangan khusus (kabin). KA wisata ini dilengkapi dengan minibar, pendingin ruangan dan toilet.

Satu gerbong lainnya, KA wisata Bali, juga memiliki 22 tempat duduk dengan desain yang sama dengan KA wisata Toraja. Namun dalam perjalanan kemarin, gerbong KA wisata Bali tidak digunakan.

ketiga KA wisata itu dapat dirangkaikan pada KA reguler yang dilengkapi dengan KA pembangkit listrik berkekuatan minimal 300 KVA seperti KA Argobromo Anggrek, KA Argo Lawu, KA Dwipangga, KA Argo Muria, KA Argo Gede, KA Bima, dan KA Sembrani.

Tarif KA

setiap masyarakat atau penumpang umum bisa menyewa kereta wisata. Namun sebelum menggunakan, penyewa harus menentukan stasiun tujuan karena menyangkut penghitungan tarif.

Sebagai gambaran, tarif KA wisata per gerbong Jakarta-Surabaya Rp 12 juta sekali perjalanan. Tarif tujuan Jakarta-Yogyakarta / Solo Rp 10 juta, Jakarta-Semarang Rp 8 juta, Jakarta-Bandung Rp 6 juta, Jakarta-Cirebon Rp 6 juta. Tarif Bandung-Surabaya Rp 10 juta, Bandung-Yogyakarta/Solo Rp 7,5 juta, dan Surabaya-Banyuwangi Rp 6 juta.

Tarif itu semua untuk sekali jalan ke stasiun tujuan. Tarif yang ditetapkan PT KA itu sudah termasuk tuslah atau pelayanan tambahan sesuai dengan KA reguler yang diikuti.

Senin, 26 Juli 2010

Sekilas dan Sejarah KRL


Wacana elektrifikasi jalur Kereta Api (KA) di Indonesia telah didiskusikan oleh para pakar kereta api dari perusahaankereta api milik pemerintah Hindia Belanda yaitu: Staats Spoorwegen (SS) sejak tahun 1917 yang menunjukkan bahwa elektrifikasi jalur KA secara ekonomi akan menguntungkan. Elektrifikasi jalur KA pertama dilakukan pada jalur KA rute Tanjung Priuk – Meester Cornelis (Jatinegara) dimulai pada tahun 1923 dan selesai pada tanggal 24 Desember 1924. Untuk melayani jalur kereta listrik ini, pemerintah Hindia Belanda membeli beberapa jenis lokomotif listrik untuk menarik rangkaian kereta api diantaranya adalah Lokomotif Listrik seri 3000 buatan pabrik SLM (Swiss Locomotive & Machine works) –BBC (Brown Baverie Cie), Lokomotif Listrik seri 3100 buatan pabrik AEG (Allgemaine Electricitat Geselischaft) Jerman. Lokomotif Listrik seri 3200 buatan pabrik Werkspoor Belanda serta KRL (Kereta Rel Listrik) buatan pabrik Westinghouse dan KRL buatan pabrik General Electric. Bagian dari perusahaan Staats Spoorwegen yang menangani sarana, pasarana dan operasional kereta listrik ini adalah Electrische Staats Spoorwegen (ESS).

Peresmian elektrifikasi jalur KA bersamaan dengan hari ulang tahun ke 50 Staats Spoorwegen, sekaligus juga peresmian stasiun Tanjung Priuk yang baru yaitu pada 6 April 1925. Elektrifikasi jalur KA yang mengelilingi kota Batavia (Jakarta) selesai pada 1 Mei 1927. Elektrifikasi tahap selanjutnya dilakukan pada jalur KA rute Batavia (Jakarta Kota) – Buitenzorg (Bogor) dan mulai dioperasionalkan pada tahun 1930.

Jalur kereta listrik di Batavia ini menandai dibukanya sistem angkutan umum massal yang ramah lingkungan, yang merupakan salah satu sistem transportasi paling maju di Asia pada zamannya. Di masa itu, kereta listrik telah menjadi andalan para penglaju (komuter) untuk bepergian, terutama bagi para penglaju yang bertempat tinggal di Bogor dan bekerja di Jakarta.

Setelah Indonesia merdeka, lokomotif-lokomotif listrik ini masih setia melayani para pengguna angkutan kereta api di daerah Jakarta – Bogor. Pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan tidak pernah membeli lokomotif listrik untuk mengganti atau menambah jumlah lokomotif listrik yang beroperasi. Namun pada akhirnya, dengan usia yang telah mencapai setengah abad, lokomotif-lokomotif ini dipandang tidak lagi memadai dan mulai digantikan dengan rangkaian Kereta Rel Listrik baru buatan Jepang sejak tahun 1976.

Seiring perkembangan zaman, Commuter (KRL Jabotabek) yang beroperasi sekarang sudah memiliki berbagai fasilitas dan kelas, mulai dari tempat duduk yang ”empuk” hingga Air Conditioner (AC) yang menyejukkan. Saat ini ada tiga kategori atau kelas pelayanan Commuter, antara lain Commuter ekonomi non-AC, Commuter Ekonomi AC dan Commuter Ekspres AC.

Sistem pengoperasian Commuter terpadu di wilayah Jabotabek dimulai pada tahun 2000, saat itu pemerintah Indonesia menerima hibah 72 unit KRL. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 unit gerbong bisa langsung digunakan dan dioperasikan sebagai rangkaian-rangkaian KRL Pakuan yang melayani rute Jakarta – Bogor, PP.

Saat ini Commuter melayani lintas Jakarta – Bogor, PP; Jakarta – Tanahabang, PP; Jakarta – Bekasi, PP; Jakarta – Tangerang, PP; dan Jakarta – Serpong, PP.

Selain itu, ada juga Commuter lingkar Jakarta dengan nama KRL Ciliwung, dengan rute Manggarai – Tanahabang – Angke – Kemayoran – Pasarsenen – Jatinegara kembali ke Manggarai dan arah sebaliknya.

Bagi pekerja di wilayah Jabotabek yang terpaksa pulang malam hari, kini telah dioperasikan Commuter ekonomi AC malam hari untuk lintas Jakarta – Bogor, Jakarta – Depok, Jakarta – Bekasi, Manggarai – Tangerang dan Manggarai – Serpong.

Bahkan, sejak beberapa tahun terakhir ini, setiap Sabtu dan Minggu telah tersedia pula Commuter Wisata yang melayani jalur Stasiun Bogor – Stasiun Ancol dan Stasiun Serpong – Stasiun Ancol, Stasiun Tangerang – Stasiun Ancol, Stasiun Bekasi – Stasiun Ancol. Commuter Wisata tersebut melayani penumpang pulang-pergi, pada pagi dan sore hari. Harga tiket sudah termasuk tiket masuk ke Taman Impian Jaya Ancol.

KRL yang digunakan dalam melayani penumpang Jabotabek adalah KRL AC eks Jepang namun masih dalam kondisi baik dan layak digunakan. Khusus untuk KRL Ciliwung, kita menggunakan kereta buatan PT INKA Madiun dengan nama KRL I (atau disebut KRL Indonesia).

Semakin tingginya animo masyarakat akan pelayanan Commuter, membuat PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek harus menambah armada rangkaian yang dimilikinya. Hal ini bisa dilihat dari semakin padatnya KRL terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari.

Belum lama ini, tepatnya 1 Agustus 2008, PT Kereta Api (Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek) kembali mendatangkan KRL dari Jepang sebanyak 1 set KRL atau 8 gerbong. Rencananya, KRL tersebut akan digunakan untuk menambah daya angkut pada lintas Jakarta – Bogor dan Jakarta – Bekasi. Namun sebelum dioperasikan, rangkaian yang baru datang ini harus memasuki beberapa tahap pengecekan termasuk proses pemeriksaan dan uji sertifikasi dari Departemen Perhubungan terlebih dahulu. Kabar menggembirakan lainnya, pada bulan September ini akan datang lagi KRL berikutnya sebanyak 8 gerbong.

Latar Belakang Pendirian PT KAI COMMUTER JABODETABEK

PT KAI Commuter Jabodetabek adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT KERETA API (Persero) yang dibentuk sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menneg BUMN No. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008.

Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks.

PT KAI Commuter Jabodetabek ini akhirnya resmi menjadi anak perusahaan PT KERETA API (Persero) sejak tanggal 15 September 2008 yaitu sesuai dengan Akte Pendirian No. 415 Notaris Tn. Ilmiawan Dekrit, S.H.



Kehadiran PT KAI Commuter Jabodetabek dalam industri jasa angkutan KA Commuter bukanlah kehadiran yang tiba-tiba, tetapi merupakan proses pemikiran dan persiapan yang cukup panjang. Di mulai dengan pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek oleh induknya PT Kereta Api (Persero), yang memisahkan dirinya dari saudara tuanya PT KERETA API (Persero) Daop 1 Jakarta. Setelah pemisahan ini, pelayanan KRL di wilayah Jabotabek berada di bawah PT KERETA API (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dan pelayanan KA jarak jauh yang beroperasi di wilayah Jabodetabek berada di bawah PT KERETA API (Persero) Daop 1 Jakarta.

Dan akhirnya PT KERETA API (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek berubah menjadi sebuah perseroan terbatas, PT KAI Commuter Jabodetabek. Setelah menjadi perseroan terbatas perusahaan ini mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Tugas pokok perusahaan yang baru ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter (untuk selanjutnya disebut ”Commuter” saja) dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Serpong) dan Bekasi (Jabotabek) serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.

SOSIALISASI PROGRAM TIKET ELEKTRONIK

Untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa KA Commuter, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan memberlakukan system elektronik ticketing. Sistem modern yang dibangun KCJ ini diberi nama Commet yang tak lain merupakan kependekan dari Commuter Elektronik Ticketing.

Untuk mendukung program tersebut, PT KAI Commuter Jabodetabek melakukan sosialisasi kepada segenap karyawannya dan PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Acara tersebut berlangsung di Gedung Jakarta Railway Center, Jl. Ir. H. Juanda 1B No. 8-10 Jakarta Pusat, Senin (7/12).

Acara sosialisasi dihadiri jajaran Direksi PT KAI Commuter Jabodetabek, beberapa petinggi PT KA Daerah Operasi wilayah 1 dan PT Alita selaku pemenang tender.

Dalam sambutannya Hendri Anom, selaku Direktur Operasional PT KAI Commuter Jabodetabek mengatakan bahwa tujuan dari Elektronik Tiketing ini adalah untuk mengurangi transaksi yang ada di loket dengan begitu uang susuk pun berkurang. “Untuk mewujudkan keberhasilan system elektronik ticketing ini, diperlukan koordinasi satu sama lain di lapangan,” lanjut Hendri lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Mulianta Sinulingga Executive Vice President 1 Jakarta. “Apapun yang menjadi program yang dijalankan baik itu oleh PT Kereta Api (Persero) ataupun PT KAI Commuter Jabodetabek kita harus saling membantu dalam merealisasikannya, karena program ini merupakan terobosan baru yang harus disertai kesiapan kita semua. Ubahlah sikap dan mental kita dari mental dilayani menjadi mental melayani,” kata Mulianta pada akhir sambutannya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Keuangan PT KAI Commuter Jabodetabek, Ignatius Tri Handoyo memaparkan keuntungan-keuntungan menggunakan Commet ini. Terdapat tiga tahap penggunaan Commet ini, pertama melakukan typing di gate (pintu) masuk saat menuju peron, tahap kedua melakukan typing di dalam KA Commuter untuk menentukan kelas KA Commuter yang dinaiki dan melakukan typing saat akan keluar dari stasiun untuk melihat saldo yang tersisa.

Program elektronik ticketing akan diberlakukan mulai Februari yang secara langsung akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sedangkan untuk sosialisasinya akan mulai pada minggu ke dua Desember. Sosialiasasi dimulai dari pelanggan KA Commuter Ekspres, KA Commuter Ekonomi AC dan terakhir KA Commuter Ekonomi Non AC.

Kereta Wisata

 


Untuk menunjang kepariwisataan, PT. Kereta Api (Persero) memberikan pelayanan carter kereta khusus wisata juga berbagai keperluan seperti : rapat, pesta pernikahan, ulang tahun, dsb di atas Kereta Api menuju berbagai kota tujuan.

Saat ini PT. Kereta Api (Persero) menyediakan tiga kereta wisata, masing - masing diberi nama :

- Nusantara
- Bali
- Toraja

Ketiga kereta wisata tersebut dapat dirangkaikan pada Kereta Api Reguler yang dilengkapi dengan kereta pembangkit (listrik) berkekuatan minimal 300KVA, seperti : KA Argobromo Anggrek, Argo lawu, Dwipangga, Argo Muria, Argo Gede, Bima dan Sembrani.





Kereta Wisata Nusantara

Disebut kereta wisata Nusantara karena desain interior dan segala pernak - perniknya menggambarkan seni dan keindahan dari berbagai pelosok pulau nusantara, sehingga bila kita berada di dalam kereta ini dapat menikmati desain interior yang bernuansa nusantara.

Kereta yang bernomor seri 67501 ini memiliki kapasitas tempat duduk ekslusif untuk 19 orang. Kamar tidur untuk 2 orang yang dilengkapi kaca rias, lampu tidur dan wastafel.

Untuk melihat pemandangan luar arah belakang secara leluasa tersedia balkon VIP, sedangkan lobi tengah yang ditata mewah dilengkapi Audio, Video/TV monitor, pendingin ruangan (AC), kamar mandi (Toilet) juga tersedia di dalam kereta ini. 




Kereta Wisata Bali

Kereta ini interiornya di desain dan dilengkapi dengan ukiran dan lukisan yang bernuansa Pulau Dewata Bali. Bagi para turis yang menggunakan kereta ini sudah mendapat gambaran baik seni, budaya maupun keindahan pulau Bali. Melalui lukisan dan ukuran yang ditata dengan rapih dan apik dalam kereta. Kereta wisata bali bernomor seri S.67801 memiliki 22 tempat duduk ekslusif dalam 2 ruangan, 16 tempat duduk terletak di Meeting Room dab 6 tempat duduk diruangan khusus (kabin). Fasilitas lainnya seperti Mini Bar, kamar mandi (toilet), Audio/Video dan pendingin ruangan (AC) tersedia di dalam kereta ini.

Kereta Wisata Toraja

Kereta wisata Toraja yang bernomor seri S67802 ini memiliki kapasitas 22 tempat duduk ekslusif, 16 tempat duduk di Meeting Room dan 6 tempat duduk diruang khusus (kabin) serta dilengkapi Mini Bar, kamar mandi (toilet), Audio/Video, pendingin ruangan (AC). Dinamakan Kereta Wisata Toraja karena desain interior serta ukiran dan lukisan di sekitar dinding kereta menggambarkan seni dan budaya daerah Toraja.

PT. KAI SELENGGARAKAN PEKAN OLAH RAGA KERETA API (PORKA)



Selama dua hari mulai Jumat–Sabtu, 23-24 Juli 2010 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan Pekan Olah Raga Kereta Api atau disingkat PORKA. Kegiatan empat tahunan ini diselenggarakan di Gelanggang Olah Raga Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl Dr Setiabudi No. 229 Bandung.

Lebih dari satu setengah dasawarsa mati suri, PORKA 2010 digelar kembali dengan mengusung semangat dalam memperkokoh silaturahmi, persaudaraan dan kebersamaan insan kereta api. Sebanyak 7 cabang olahraga beregu putera dipertandingankan, diantaranya sepak bola, futsal, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, catur dan volley ball. Pesta olahraga karyawan PT. KAI ini diikuti oleh sekitar 600 peserta dari 13 kontingen yang berasal dari 9 Daerah Operasi di Jawa, 3 Divisi Regional di Sumatera, dan 1 kontingen dari Kantor Pusat di Bandung.

Mengawali PORKA kali ini acara dibuka oleh Direktur Utama PT. KAI Ignasius Jonan yang diwakili oelh Direktur Operasi Bambang Irawan; dihadiri Rektor UPI, Sunaryo Kartadinata yang diwakili oleh Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Yudha M Saputra; EVP Corporate Secretary sekaligus bertindak sebagai Ketua Penyelenggara PORKA, Candra Purnama; dan beberapa pejabat PT. KAI (Persero).



Dalam sambutannya saat membuka PORKA Bambang Irawan berharap dengan diselenggarakannya PORKA ini segenap karyawan PT. KAI dapat meningkatkan kinerja, disiplin dan produktifitas mereka. Bambang juga berharap agar karyawan PT. KAI dapat menjaga kebersamaan dan harmoni antar berbagai unit kerja, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan/ pengguna angkutan Kereta api sebagaimana tertuang dalam empat pilar utama Misi PT KAI: Keselamatan, Ketepatan Waktu, Pelayanan dan Kenyamanan.

Selain itu, Bambang meminta agar melalui PORKA ini Pegawai PT KAI dapat memperteguh persatuan dan kebersamaan. "Bangunlah jiwa sportivitas dan persaingan yang sehat, bangun dan raih prestasi dengan baik, dan bertandinglah dengan penuh persaudaraan,” ujar Bambang di hadapan seluruh peserta yang memadati Gelora UPI Bandung.

Pekan Olahraga Kereta Api ini memperebutkan piala pada masing-masing juara cabang olah raga dan satu juara umum yang berhasil mengumpulkan emas paling banyak akan diberikan piala bergilir yang akan diperebutkan kembali pada PORKA mendatang.

Kamis, 22 Juli 2010

Informasi Terbaru Sembrani

Saat ini Sembrani-baru(new-image) hanya memiliki 50 kursi untuk setiap gerbongnya, sedangkan sembrani yg lama masih 52 kursi. Adapun Pembelian tiket untuk 1b dan 13 c dimohon kiranya ditukar ke loket pembelian karcis. 

Sering kali bagi penumpang dari Surabaya (pasar-turi) ataupun dari Jakarta mengalami kesalahan teknis, kenapa perubahan yg sedemikian kecil namun dampaknya akan mengganggu ketidaknyamanan penumpang itu sendiri.

Saya mencoba untuk menghubungi petugas PPKA Surabaya (pasar-turi) untuk menginformasikan saat sembrani-baru stand by di jalur 1  Sabtu, 3 Juli 2010. Karena terdapat karcis 1b dan 13c***

Hanya informasi tersebut tidak  langsung di sampaikan, namun ketika ada penumpang yg bertanya saya hanya menyampaikan dan memberikan saran supaya menukarkan tiket tersebut dengan yg baru.

Mudah-mudahan untuk kedepannya para penumpang diberi kemudahan dan kenyamanan dalam bepergian.  


*** Lebih Tenang Berpergian dengan Kereta Api***

dok anjar

Kata-kata bijak

**There must be a reason why some people can afford to live well. They must have worked for

     it. I   only feel angry when I see waste. 

    When I see people throwing away things that we could use 

**We are all pencils in the hand of God 


**There is more hunger in the world for love and appreciation in this world than for bread.

**We think sometimes that poverty is only being hungry, naked and homeless. The poverty of

    being unwanted, unloved and uncared for is the greatest poverty. We must start in our own 

   homes to remedy this kind of poverty. 

 

**We shall never know all the good that a simple smile can do. 


**We, the unwilling,led by the unknowing,are doing the impossible for the ungrateful.

    We have done so much,for so long,with so little,we are now qualified to do anything with

    nothing.

Rabu, 21 Juli 2010

Ultah Ibu pesan Beef Steak dengan hiasan

Selasa, 20 July yang lalu,  adalah seorang puteri (nama samaran) yang ingin mewujudkan rasa terima-kasih kepada ibunda tercintanya, suatu hari yang spesial adalah hari Ulang Tahun Ibunda. Ketika itu puteri naik dari Stasiun Gambir, sesaat setelah keberangkatan puteri yang duduk di Eksekutif 4 Nomor 5cd menghampiri saya di kereta makan.
Dengan kata-kata yang lembut ia menjelaskan bahwa Ibunda tercinta besok adalah hari ulang tahunnya. Dan ia bermaksud untuk memberikan sesuatu yang spesial di hari itu, saya menawarkan beberapa pilihan. Setelah itu ia memilih untuk menghias pesanan sarapan pagi, berupa beef steak. keesokan harinya Rabu, 21 july saya mengantarkan pesanan tersebut, alangkah bahagianya ibunda dari puteri. Sesaat itu pun juga para penumpang di sekitar juga melihat moment tersebut. Ibunda Selamat Ulang Tahun Yang Ke-57 yaah.... 
dok anjar

KA Sepur Kulutuk Jaladara


Armada yang digunakan yaitu lok uap C1218 dan 2 kereta penumpang bergandar dua yaitu CR 16 dan TR 144 yang berkapasitas 80 penumpang. Dalam filosofi pewayangan, “kereta jaladara” adalah nama kereta pusaka milik dewa yang diberikan kepada Raden Narayana atau Prabu Kresna untuk dipergunakan dalam membasmi angkara murka. Dengan pengoperasian KA Wisata, Walikota Solo berharap akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Solo.






Cukup merogoh kocek 100 ribu/orang anda bisa menikmati keindahan kota solo. Koridor yang dilalui yaitu jalur yang membentang jalan Slamet Riyadi dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Kota (Sangkrah) yang berjarak sekitar 5,6 kilometer. Ada 8 halte pemberhentian, yaitu Solo Grand Mall, Loji Gandrung, Taman Hiburan Rakyat Sriwedari, Dalem Wuryaningratan, Pasar Pon, Gladak, dan Stasiun Solokota.

Ada lima paket yang ditawarkan dari KA ini, yaitu paket batik, paket kuliner, paket MICE, paket pre-wedding, dan paket wedding. Harganya bervariasi antara Rp 5-8 juta sekali jalan.

PERTEMUAN KE 32 PARA PIMPINAN PERUSAHAAN KERETA API ASEAN ( 32nd ASEAN RAILWAY CEO’s CONFERENCE)


PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT. KAI tahun ini mendapat kesempatan menjadi tuan rumah ke 32 pertemuan para pimpinan perusahaan kereta api se-ASEAN. Tema pertemuan tahun ini “Toward Optimizing Our Commonalities for The Mutual Benefits of The Asean Railways”, diselenggarakan di Denpasar-Bali mulai 14-17 Juli 2010 bertempat di Grand Hyatt Nusa Dua, dengan jumlah peserta sebanyak lebih kurang 150 orang terdiri dari delegasi Vietnam, Kamboja, Malaysia, Thailand, Laos, Philipina, Myanmar dan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut akan hadir Menteri Perhubungan, Menteri Negara BUMN, Sekjen Asean, Bappenas, Gubernur Bali, UIC, ESCAP, Dirjen Perkeretaapian dan staf serta Peninjau dari Perusahaan/Supplier Dalam Negeri, Perusahaan Supplier Luar Negeri, Universitas/Akademi, Masyarakat Transportasi/Kereta Api, Perusahaan Kereta Api Luar Negeri (JR East, Korail), demikian Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan mengatakan. Ditambahkan bahwa dengan pertemuan ini semua peserta diharapkan untuk dapat saling membantu membangun kekuatan, khususnya dalam mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki bersama demi kemajuan dunia perkeretaapian di negara-negara ASEAN. Seperti diketahui bahwa setiap negara anggota ASEAN memiliki demografi, jaringan kereta, cakupan pelayanan dan sumber daya manusia yang berbeda dengan yang lainnnya. Dalam konferensi kali ini, semua peserta diharapkan dapat saling berbagi ide agar nantinya dapat saling melihat kembali kekurangan masing-masing untuk kemudian menuju perbaikan bersama, demikian sambutan Dirut PT. KAI.

Ketua Penyelenggara ARCEO Julison Arifin, sekaligus Direktur Pengembangan Usaha PT. KAI menjelaskan Forum ASEAN Railway CEO (ARCEO) digagas pertama kali oleh Indonesia selanjutnya dilaksanakan silih berganti menjadi tuan rumah penyelenggaraan dari 10 negara yang ada. Hal ini merupakan perwujudan persahabatan diantara negara ASEAN khususnya para pengelola perkeretaapian dalam membangun dan meningkatkan kinerja maupun alih teknologi masing-masing negara. Dikatakan bahwa tuntutan kereta api saat ini sudah waktunya seperti negara maju yaitu membuat kereta api cepat mengikuti perkembangan teknologi modern dan menjadi tulang punggung transportasi di negaranya, demikian rangkuman kegiatan ARCEO, papar Julison Arifin.


Direktur Utama PT. KAI Ignasius Jonan (paling kanan) berfoto bersama para pimpinan perusahaan kereta api se-ASEAN di Grand Hyatt Nusa Dua, Bali (14-17/7).


Pertemuan ini diadakan setahun sekali untuk membahas berbagai hal berkaitan dengan perkembangan perkeretaapian di negara ASEAN terutama untuk meyakinkan bahwa kita mampu membangun jaringan kereta api ASEAN yang terintegrasi dan menciptakan pelayanan terbaik di tanah ASEAN, begitu Julison Arifin menyambut tamunya di Bali.

Selama 4 hari di Bali pimpinan ARCEO akan memaparkan beberapa topik masing-masing, yaitu profil perusahaan termasuk perkembangan dan rencana ke depan, yaitu: ASEAN Railways Center of Excellence: Research & Development, Training & Education, Standards, Testings, Commissioning & Certifications, Benchmarking, Cross Border Rail Services: Passenger – Freight – Container, Sharing Experience in Railway Restructuring: Lessons Learned Sharing Initiatives for High Speed Rail Project Developments, Sharing of New Concepts for Future Advancements: Rail Businesses, Services, O & M, Change Management, New Technologies, News systems, etc; Enhancing Train Operation Excellence: Inter – City, Commuter, Freight; Enhancing Railways Assets Maintenance & Operation Management, Improving Railways & Non-Railways Assets Monitoring System, Utilization & Revenue; Enhancing Corporate Support Services & Resource Management, Sharing Experience in Airport Rail Link Development / O & M; Joint Contractor Company; Railway Infrastructure, Project & Maintenance, Joint Consulting Company; Railway Engineering & Technology Economic Service. Program lainnya yang akan dipaparkan adalah: Follow up on The ASEAN Railways Centre of Excellence oleh KTMB, Malaysia; ASEAN Railways Training in Rail Operation & Marketing oleh SRT, Thailand; ASEAN Railways Locomotive Maintenance Centre oleh PT. KAI; ASEAN Railways Rolling Stock Engineering & Manufacturing oleh VNR, Vietnam.

Sejarah


Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan KA didesa Kemijen Jum'at tanggal 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada Hari Sabtu, 10 Agustus 1867.

Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen - Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA didaerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.

Selain di Jawa, pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawasi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar - Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang - Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA.

Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA disana.

Jenis jalan rel KA di Indonesia semula dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm dibeberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro - Pekanbaru.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api" (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya "Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI).

Pemesanan Tiket

Untuk KA Komersial ( Eksekutif dan Bisnis )
A. Penjualan dan pemesanan di Loket stasiun PT. KA.
   Penjualan melalui loket di stasiun dilayani atau dibuka
   mulai 
   3 (tiga) jam sebelum keberangkatan KA yang dimaksud. 
   Untuk pemesanan tiket, dilayani mulai 30 hari sampai 
   dengan  3 jam sebelum keberangkatan.
   Pembayaran tiket sesuai dengan tarif KA yang bersangkutan.
B. Pemesanan lewat Pusat Reservasi
   Pembelian atau pemesanan tiket KA dilayani mulai dari 30  
   hari sampai dengan jam sebelum keberangkatan KA yang 
   dimaksud. 
   Calon bisa datang langsung untuk memesan tiket dengan 
   membayar sesuai tarif dan yang bersangkutan bisa langsung    memperoleh tiket yang diinginkan.
C. Penjualan lewat Agen
   Penjualan lewat agen ini dilayani mulai dari 30 hari – 1
   hari sebelum keberangkatan KA yang dimaksud 
   Calon penumpang bisa datang langsung untuk membeli tiket
   dengan membayar sebesar tarif plus ekstra charge dan bisa    langsung memperoleh tiket yang diinginkan.
   Penjualan lewat agen ini hanya melayani penjualan tiket KA
   untuk penumpang dewasa dan anak tanpa pelayanan reduksi.
D. Penjualan lewat Call Center
   Penjualan atau pemesanan melalui sistem ini dilakukan di
   Call Center KA melalui nomor panggilan 121 dan 021 -  
   21391121. 
   Setelah itu penumpang akan mendapatkan kode booking / kode
   bayar yang selanjutnya penumpang dapat melakukan
   pembayaran lewat e-banking.
   Untuk saat ini bank yang bisa melayani adalah ATM Bank
   Mandiri, Bank BII, Bank BRI dan Bank Pembangunan Daerah  
  (BPD) Jawa Tengah.
   Pembayaran dilakukan maksimal 3 (tiga) jam setelah 
   mendapatkan kode booking.
   Resi pembayaran ATM kemudian ditukarkan ke loket penjualan
   di stasiun yang sudah online. 
   Pemesanan tiket dianggap batal jika pembayaran melalui ATM
   tidak dilakukan dalam periode waktu 3 jam tersebut.
   Pemesanan tiket lewat Call Center ini dilayani mulai 30
   hari sampai dengan 1 hari sebelum keberangkatan KA yang
   bersangkutan.
   Pemesanan tiket tersebut hanya untuk tiket dewasa dan anak
   tanpa pelayanan reduksi.
E. Penjualan lewat loket PT. POS
   Penjualan dengan sistem ini dilayani mulai 30 hari sampai
   dengan 2 hari sebelum keberangkatan KA yang bersangkutan.
   Pemesanan / penjualan dengan sistem ini dilayani di loket
   kantor Pos yang sudah online.
   Dalam pemesanan / penjualan tiket dengan sistem ini, calon
   penumpang bisa langsung membayar tiket KA sebesar tarif
   plus ekstra charge.
   Kemudian calon penumpang memperoleh resi atau bukti 
   pembayaran yang oleh calon penumpang akan digunakan untuk    menukarkan tiket di stasiun.
   Pada resi yang diberikan oleh PT. POS ini sudah ada
   informasi mengenai KA, tanggal keberangkatan, al dan
   tujuan, dan juga ada informasi kode booking / kode bayar  
   yang akan dipakai stasiun untuk mencetak tiket.
   Pemesanan / pembelian tiket KA melalui sistem ini juga
   hanya melayani penumpang dewasa dan anak tanpa pelayanan
   reduksi.


Untuk KA Ekonomi :
A. Pada prinsipnya penjualan tiket KA Ekonomi dilakukan
   secara langsung di loket stasiun sebelum keberangkatan KA
   yang bersangkutan
B. Beberapa Daop tempat pemberangkatan awal KA melayani
   pemesanan tiket KA Ekonomi yang pelaksanaannya diatur
   sesuai kebijakan Daop masing-masing
C. Untuk KA kelas Ekonomi yang sudah menggunakan tiket
   komputer baru 3 Daop, yaitu Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung
   dan Daop 8 Surabaya ; itupun baru dari stasiun awal
   pemberangkatan KA

PT. KAI Tingkatkan Layanan Informasi KA Melalui Aplikasi Kabila (Kereta Api Mobile Application)

bertempat di gedung JCC-Plennary Hall-Jakarta dilaksanakan penandatanganan Nota kesepahaman (MoU layanan informasi mobile KA (KABILA) antara PT KAI dengan PT Indosat sekaligus sebagai soft Launching produk baru PT KAI yang berbasis Teknologi Informasi yang ditandai dengan demo aplikasi Kabila di Indonesian Cellular Show. MoU dilakukan oleh Direktur Komersial PT KAI, Sulistiyo Wimbo Hardjito dan Director and Chief Wholesale Infrastructure Officer PT Indosat, Fadzrie Sentosa. Aplikasi Kabila (Kereta Api Mobile Application) merupakan bentuk layanan yang mempunyai nilai tambah dari PT KAI berupa aplikasi berbasis Java yg dapat di download untuk pengguna dan calon pengguna jasa kereta api. Masyarakat yang selama ini hanya mendapat layanan informasi dari Contact Center 121, maka mulai hari ini mendapatkan alternative lain yaitu layanan informasi kereta api melalui ponsel yang bisa diakses pengguna dan calon pengguna KA dimanapun dan kapanpun.

Fasilitas layanan Kabila untuk tahap pertama berupa layanan informasi tentang jadwal dan tarif, menu restoran KA, millage, hot offer, games, chatting, berita tentang KA, heritage, loket dan agen penjualan tiket KA dan berbagai layanan informasi lainnya. Tahap berikutnya akan memberikan layanan berupa transaksi seperti pembelian tiket. Kabila ini juga akan dilengkapi dengan info millage yang artinya pengguna KA yang sering menggunakan KA komersil akan mendapatkan poin, poin-poin tersebut bisa ditukar untuk mendapatkan tiket kereta api di merchant yang ditunjuk atau merchant yang telah bekerjasama dengan PT.KAI ataupun partnership.

Sulistyo mengungkapkan bahwa Kabila merupakan salah satu wujud nyata PT. KAI dalam meningkatkan layanan informasi kereta api kepada masyarakat melalui penerapan teknologi informasi. ”Sesuai visi dan misi PT KAI, maka kami berusaha untuk berubah dari semula cenderung product oriented menjadi lebih customer oriented sehingga segala aspek yang menyangkut kebutuhan pelanggan akan lebih diperhatikan, termasuk salah satunya interaksi dengan pelanggan melalui aplikasi Kabila ini,” ujarnya. Direncanakan dalam waktu dekat ini aplikasi Kabila akan diintegrasikan dg member card KAI yg juga akan segera diluncurkan bersamaan dg komersial launching Kabila. Fungsi dari member card KAI ini selain sebagai alat bukti utk penukaran poin juga sebagai e-payment yaitu utk pembelian tiket KA.

“Indosat sangat bangga dipercaya sebagai partner PT. KAI untuk mengaplikasikan layanan ini kepada pelanggan kami, aplikasi ini sangat informasi dan dibutuhkan oleh pelanggan kami yang kebanyakan menggunakan kereta api sebagai alat transportasi baik itu untuk beraktifitas sehari-hari maupun untuk perjalanan jauh ke luar kota. Aplikasi ini menambah keragaman aplikasi yang ada di Indosat-Go, WAP akses yang otomatis tersedia bagi seluruh pelanggan Indosat, apalagi sekarang sudah ada KABILA, perjalanan maupun informasi pelanggan dengan kereta api pasti akan lebih informatif, nyaman dan menyenangkan selama 24 jam sehari tanpa henti. dok anjar

Rabu, 14 Juli 2010

Permohonan Maaf dan Bela Sungkawa

JELANG PUASA PT KAI ADAKAN DO’A BERSAMA

Keluarga besar karyawan PT Kereta Api Indonesia ( Persero), Rabu pagi (13/7) menggelar ”Doa Bersama Insan Kereta Api” di Hall Stasiun Jakarta kota. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mensyukuri operasional angkutan liburan 2010 telah berjalan dengan baik. Disamping itu, kegiatan ini dalam rangka menghadapi bulan puasa/Ramandhan 1431 H, dengan harapan agar operasional kereta api berjalan aman dan lancar sehingga dapat mengantarkan penumpang sampai ke tempat tujuan.

Kantor Pusat PT. Kereta Api (Persero)


Alamat Kantor    : Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1 Bandung 40117 

Telepon Kantor   : (022) 4230031, 4230039, 4230054 
Teleks Kantor     : 28263, 28358 
Fax Kantor          : (022) 4203342, Toka 10039 
Kotak Pos            : PO Box 1163 Bandung 40000 
Email                    : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript                                          enabled to view it

INFO SEMBRANI RANGKAIAN BARU



Guna memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa kereta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalankan kereta api baru hasil perbaikan di Balai Yasa Manggarai. Perjalanan perdana dilakukan di stasiun Jakartakota, digunakan pada KA Sembrani tujuan Jakarta-Surabaya Pasar Turi, Jumat (2/7) pukul 19.15.

Rangkaian KA baru yang dijalankan terdiri dari 9 kereta kelas eksekutif dan 1 kereta makan. Perubahan yang nampak pada KA Sembrani ini adalah pada tampilan interior dan eksterior. Antara lain, perpaduan warna body kereta yang khas dengan warna biru tua dan muda serta tempat duduk yang nyaman dengan warna yang sama.

Selain itu sandaran kaki dibuat senyaman mungkin dengan posisi dibawah betis sehingga tidak mengganggu kenyamanan penumpang di hadapannya . Penumpang juga dimanjakan fasilitas hiburan berupa TV LCD ukuran 32 inch serta jendela kecil dengan gordyn rolling. Dengan perubahan tersebut, diharapkan penumpang akan merasa nyaman dan bangga selama dalam perjalanan, karena mendapatkan nuansa baru.

"Kami berharap dengan rangkaian KA baru ini dapat memberikan kepuasan kepada penumpang. Namun kami juga meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kereta Api agar tetap dalam kondisi baik” pinta Mateta Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta. (humaska)


KERETA MAKAN BUKAN TEMPAT UNTUK PENUMPANG

Pembaca yang budiman, selayaknya kami menginformasikan bahwa Kereta Makan bukan tempat untuk penumpang. Kereta Makan adalah tempat untuk makan dan minum, karena disini kami menyediakan tempat untuk kenyamanan anda sendiri.
Adakah hal-hal yang diperhatikan adalah dari Stasiun Gambir tekadang di informasikan bahwa ada tempat di Kereta Makan untuk duduk, atau juga dari semarang, di informasikan bisa duduk dengan nyaman. Adakalanya mereka duduk di kereta makan sambil makan dan minum, namun adakalanya minum teh sampai 2-5 jam. Permintaan maaf bagi penumpang tempat ini disewa oleh PT. RESKA untuk memenuhi target yang diberikan oleh masing wilayah. Sekali lagi mohon pembaca mengerti Kereta Makan Adalah tempat untuk makan dan minum!

INFORMASI KA

1. KA SEMBRANI DENGAN RANGKAIAN BARU
(Informasi/Berita KA)
... Jakartakota, digunakan pada KA Sembrani tujuan Jakarta-Surabaya Pasar Turi, Jumat (2/7) pukul 19.15. Guna memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa kereta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalankan ...
2. Relasi Perjalanan
(Korporat/Layanan)
Jalur Jakarta - Cikampek - Cirebon - Tegal - Semarang - Surabaya Pasarturi 1. KA ArgoBromo Anggrek 7. KA Senja Utama SM 2. KA Sembrani 8. KA Fajar Utama SM 3. KA Gumarang 9. KA Tawang Jaya 4. KA Kertajaya ...
3. Kereta Wisata
(Korporat/Produk)
... pada Kereta Api Reguler yang dilengkapi dengan kereta pembangkit (listrik) berkekuatan minimal 300KVA, seperti : KA Argobromo Anggrek, Argo lawu, Dwipangga, Argo Muria, Argo Gede, Bima dan Sembrani. ...
4. KA Sembrani
(Korporat/Produk)
Peluncuran perdana KA Sembrani dilakukan pada tanggal 1 Oktober 1995. Produk ini merupakan pembaharuan dan inovasi dari KA Mutiara Utara yang sudah beroperasi mendahuluinya. Nama ...
5. KA Bisnis Eksekutif
(Korporat/Produk)
... Bima Taksaka Sembrani Harina Turangga Rajawali Parahyangan Gumarang Cirebon Ekspres Purwojaya Mutiara Timur Bangunkarta ...

Enhancing Marketing and Selling

Demi meningkatkan penghasilan dari pendapatan perusahaan, diperlukan ujung tombak yang tajam dan tidak rapuh. Dibutuhkan pribadi yang tangguh demi menembus serta merombak pasar, sehingga didapatkan marketshare yang lebih besar. Inilah yang menjadi sebuah kebutuhan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sumber daya manusia (SDM) yang profesional untuk memasarkan dan menangkap potensi jasa angkutan penumpang dan barang. Atas dasar kebutuhan yang mendesak akan kebutuhan SDM pemasaran di PT. KAI, diadakan pelatihan bagi kalangan marketing communication setingkat Manajer, Asisten Manajer dan Staf Madya dari masing-masing Daop, Divre, dan Kantor Pusat.

Selasa, 13 Juli 2010

KA Sembrani-baru banyak kekurangan

KA Sembrani-baru new image telah diluncurkan, adalah buatan balaiyasa Manggarai. Namun di Kereta ini masih banyak kekurangan misalnya, untuk jok interior sudah banyak yg rusak, baik baut ataupun kursinya, ditambah lagi untuk kamar mandi, sering kali cepat habis, entah itu dikarenakan tabung air sedikit atau dikarenakan keluarnya air dari toilet itu sendiri. Kemarin 13 Maret 2010 satu rangkaian dilepas untuk diperbaiki. Mudah2n untuk ke depan (Kereta Api Indonesia) lebih maju untuk memenuhi standart operasional. Sebagaimana pembaca simak di atas jika ada kritikan untuk membuat KA Sembrani lebih baik dari sekarang. Di mana mata angin kepuasan pelanggan harus diutamakan. Jika memang KA Sembrani-baru (new image) terus begini pelanggan akan pindah ke KA yang lain. KA Indonesia tolong diperbaiki Operasional KA Sembrani (new image). Sebuah angan untuk menjadi lebih baik apakah akan terwujud? terima-kasih pesan ini kami sampaikan. anjar25@yahoo.com

Sabtu, 10 Juli 2010

Siapa Peraih Untung Terbesar dari Piala Dunia?


Sabtu, 10 Juli 2010, 20:11 WIB Smaller Reset Larger ap Siapa Peraih Untung Terbesar dari Piala Dunia? Maskot Piala Dunia 2010 Afrika Selatan REPUBLIKA.CO.ID, JOHANESBURG--"FIFA adalah pihak utama yang menikmati hasil Piala Dunia. FIFA kali ini mendapat keuntungan labih banyak dibandingkan Piala Dunia di negara-negara lain. Masalah di Afrika Selatan adalah: Ke mana larinya uang sebanyak itu dan siapa yang sebenarnya mengeruk untung dari Piala Dunia. Jawaban kami: kontraktor, FIFA dan mitra-mitranya." Ini pendapat Eddie Cottle, utusan bagi Piala Dunia dari kelompok lobi Labor Research Service dan salah satu dari pengritik ajang Piala Dunia di Afrika Selatan. Sebanyak 1,5 milIar euro dari 400 ribu penonton Piala Dunia akan diperoleh Afrika Selatan. Padahal ada pengeluaran bagi pembangunan infrastruktur saja sekitar 1,7 milyar Euro. Sementara jumlah yang akan diperoleh FIFA pada malam 11 Juli mendatang sebagai keuntungan bersih kurang lebih 3,3 miliar euro. Nkosinathi Jigega, anggota NGO Street Vendors yang mengurusi para pedagang kaki lima di Port Elizabeth, harus turut menyaksikan bagaimana FIFA tanpa kompromi mengusir para pedagang kecil dari lapangan parkir stadion untuk memberikan tempat bagi sponsor seperti McDonalds dan Coca Cola. Lokasi yang sebelumnya dibiayai oleh para pembayar pajak. "Slogan piala dunia Afrika hanya trik pemasaran. Kenyataannya, perusahaan Eropa dan FIFA menggunakan uang yang menjadi beban warga Afrika Selatan. Karena semua yang Anda lihat di televisi telah disiapkan oleh pemerintah Afrika Selatan," cetus Nkosinathi Jigega. Di bar-bar Afrika Selatan yang juga menjadi pembicaraan, setelah gugurnya tim nasional Bafana Bafana dari turnamen, adalah, siapa yang akan membayar tagihan dan apakah semua usaha keras membuahkan hasil. Kenneth yang bekerja di sebuah bar kecil di Soweto menjawab "Ya, bagi saya pribadi, Piala Dunia menguntungkan. Karena sekarang saya punya pekerjaan. Dulu tidak. Piala Dunia memberi banyak kesempatan dan khususnya mewujudkan lapangan kerja. Dan ini akan terus berlangsung." Innocent, putra seorang pemilik bar, sebaliknya memiliki pendapat yang juga merupakan pemikiran sebagian besar warga Afrika Selatan akhir-akhir ini. "FIFA yang paling beruntung. Setidaknya lebih dari kami warga biasa Afrika Selatan. Uang akan mengalir ke pihak yang sudah memiliki uang juga." Wartawan investigasi Inggris Angrew Jennings menulis sebuah buku yang khususnya di saat Piala Dunia ini laris di Afrika Selatan. Buku berjudul Foul tersebut memaparkan mengenai kekuasaan FIFA yang meragukan. Ironisnya, Sepp Blatter, presiden FIFA berharap, setelah kejuaraan berakhir ia akan diusulkan untuk meraih penghargaan Nobel.

Preview Perebutan Juara III Piala Dunia 2010: Uruguay vs Jerman










Secara keseluruhan Jerman dan Uruguay delapan kali bertemu di semua turnamen sejak 1962. Jerman enam kali menang, Uruguay belum sekali pun.

Pada pertemuan terakhir di Bochum, Oktober 1993, Jerman menang dengan lima gol tanpa balas. Jerman adalah mimpi buruk Uruguay.

Sejarah perebutan tempat ketiga juga tak berpihak ke Uruguay. Sebelum dikalahkan Jerman di perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 1970, Uruguay pernah mengenyam kegagalan serupa di Piala Dunia 1954. Mereka dikalahkan Austria--saudara serumpun Jerman.

Jerman empat kali berebut tempat ketiga, dan hanya sekali gagal, yaitu saat dikalahkan Prancis di Piala Dunia 1958. Terakhir, ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006, Die Mannschaft mengalahkan Portugal 3-1.

Seperti empat tahun lalu, Jerman ingin menghibur diri dengan meraih tempat ketiga kali kedua berturutan. Uruguay ingin menghapus sejarah buruk mereka, dan memuaskan pendukungnya dengan mengalahkan Jerman kali pertama dalam 48 tahun.

Oscar Washington Tabarez, pelatih Uruguay, mengatakan timnya akan bermain sepenuh hati untuk mengobati kegagalan mencapai final. "Kami nyaris mencapai final. Kini kami tidak akan menyesal jika harus pulang sebagai peraih tempat ketiga," ujarnya.

Dua pemain; Thomas Müller di kubu Jerman, dan Luis Suarez di pihak Uruguay, telah bisa bermain setelah menjalani masa hukuman. Keduanya absen di laga semifinal, saat tim masing-masing dikalahkan lawan-lawannya.

Müller diprediksi akan menjadi starter di lini tengah Jerman. Suarez kemungkinan tidak bisa berduet dengan Diego Forlan, yang mengalami cedera paha saat Uruguay dikalahkan Belanda 2-3.

Müller dan Klose berpeluang menambah koleksi golnya. Keduanya telah mengoleksi empat gol. Forlan, juga mengoleksi empat gol, kemungkinan duduk di bangku penonton.

Namun jika tes kesehatan beberapa jam sebelum laga memperlihatkan Forlan bisa dimainkan, pelatih Oscar Tabarez dipastikan akan menurunkan striker Atletico Madrid itu.

Situasi Uruguay

Gelandang Walter Gargano absen, tapi striker Luis Suarez kembali dari hukuman. Diego Forlan diragukan bisa bermain akibat cedera. Center-back Diego Lugano kembali memperkokoh lini pertahanan, dan Diego Godin duduk di bangku cadangan.

Perkiraan Susunan Pemain (4-2-3-1):
Muslera, M. Pereira, Victorino, Lugano, Caceres; D. Perez, Arevalo; A. Fernandez, Forlan, Cavani; Suarez Gargano, A. Pereira; Forlan, Cavani.

Situasi Jerman

Striker Miroslav Klose cedera punggung, dan kemungkinan tidak bisa bermain. Asisten pelatih Hansi Flick juga mengindikasikan Sami Khedira dan Mesut Özil punya masalah serupa. Marcell Jansen tampaknya akan menjadi starter di posisi left-back, menggantikan Jerome Boateng. Thomas Müller kembali dari masa hukuman, untuk menggantikan Piotr Trochowski.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1):
Neuer, Lahm, Friedrich, Mertesacker, Jansen; Khedira, Schweinsteiger; Müller, Özil, Podolski; Klose.

Pemain Layak Diamati

Luis Suarez: Striker Ajax ini akan kembali menjadi pusat perhatian. Tentu saja dia diharapkan tidak lagi membuat ulah kontroversial, seperti ketika menghalau bola yang masuk gawang dengan tangannya saat menghadapi Ghana. Namun sulit bagi Suarez bermain tanpa Diego Forlan. Diego Forlan juga kesulitan ketika harus bermain tanpa Suarez saat menghadapi Belanda.

Thomas Müller: Tanpa Müller di lini tengah, membuat gaya bermain Jerman hilang sama sekali ketika menghadapi Spanyol. Piotr Trochowski tak mampu menggantikannya. Müller kemungkinan tidak akan kesulitan bermain tanpa Sami Khedira dan Klose.

Prediksi

Jerman difavoritkan memenangkan laga ini. Kemungkinan Jerman memenangkan laga 62 persen, Uruguay hanya 38 persen. Namun Jerman harus benar-benar mengamankan Suarez jika ingin pulang dengan medali hiburan.

Selasa, 06 Juli 2010

kuliah di dalam kereta

Kuliah di Dalam Kereta



Kereta Rel Listrik (KRL) khususnya ber AC, selain nyaman dan bersih ternyata dapat dijadikan tempat meningkatkan budaya baca dan membantu mencerdaskan bangsa. Salah satunya, sebanyak 60 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Management Transportasi (STMT) Trisaksi mengadakan kuliah umum di atas KRL Ciliwung Blue Line

Menurut Kahumas kereta api Daop 1 dan Jabotabek Akhmad Sujadi, kuliah di atas KRL merupakan kegiatan pertama kali dalam sejarah Perkeretaapian Indonesia. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan oleh perguruan tinggi lainnya sebagai alternatif tempat belajar selain di kampus atau kelas.

“Sebelumya, KRL ini juga dijadikan sebagai sarana memperkenalkan kereta api kepada siswa Taman Kanak-kanak. Namun untuk kuliah umum oleh mahasiswa, ini baru pertama kali diadakan”ujar Sujadi

Bertindak sebagai pembicara Direktur Operasional PT KA Jabodetabek Ahmad Majuki, Direktur PT Railink Masjraul Hidajat dan Antony dari KRL Mania, merupakan organiasasi pecinta kereta api khususnya Kereta Rel Listrik (KRL). Bertindak sebagai moderator Aditya ketua IRPS yang merupakan organisasi pecinta kereta api.

KRL Ciliwung Blue Line yang digunakan untuk kegiatan ini, tepat tanggal 30 Nopember kemarin berusia satu tahun. Diresmikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di stasiun Gambir

Pada tahap awal, KRL Ciliwung Blue Line ini beroperasi satu arah, diawali dari Stasiun Manggarai, Sudirman, Karet, Tanahabang, Duri, Angke, Kampungbandan, Kemayoran, Pasarsenen, Kramat, Jatinegara. Sesampai di Jatinegara KRL berbalik arah menuju Stasiun Manggarai.

Sesuai rencana, sejak 1 Juli 2008 KRL Ciliwung Blue Line berjalan dua arah. Yakni dari Stasiun Manggarai menuju Jatinegara, Kramat, Pasarsenen, Kemayoran, Angke, Tanahabang, Karet, Sudirman dan kembali ke Manggarai. Sehingga frekuwensi perjalanan semakin banyak dan waktu menunggu kedatangan kereta tidak terlalu lama.
”Kami berharap dengan beroperasinya KRL Ciliwung Blue Line setidaknya dapat mengurangi kemacetan di Jakarta, hemat energi dan mengurangi polusi udara” ujar Direktur Utama PT KA Ronny Wahyudi dalam sambutannya.setahun lalu

Saat ini operasional KRL Ciliwung Blue masih mengalami beberapa kendala yang harus dihadapi, antara lain; stasiun yang dilalui KRL tidak semuanya dilalui kendaraan umum sehingga penumpang sulit untuk menjangkau stasiun, terhalang banjir di stasiun Kampungbandan saat musim penghujan atau air laut pasang, peron pendek pada beberapa stasiun, peron rendah di stasiun kramat sentiong dan antrian di stasiun Manggarai serta Jatinegara.

DIDI PETET

DIDI PETET MELATIH VOKAL AGENT 121


Untuk meningkatkan kwalitas pelayanan informasi kepada Masyarakat, agent informasi Contac Center 121 mendapat pelatihan olah vocal oleh Didi Petet, Kamis (6/5) di jl. Juanda 1B Jakarta


Pelatihan yang melibatkan 23 peserta tersebut diadakan di ruang pertemuan contact center 121 dan dibagi menjadi 2 (dua) sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 sampai 11.00 wib dan sesi kedua pukul 11.00 sampai 13.00 wib.


Tujuan kegiatan ini adalah untuk membentuk karakter vokal agent informasi agar suara yang dihasilkan terdengar jelas oleh penelpon. Dan di sisi lain, pengetahuan yang diberikan merupakan salah satu komponen menuju standar sebuah Call Center yang baik.


Dalam pelatihan tersebut, Didi petet menjelaskan bagaimana melatih kejelasan huruf yang dihasilkan saat berbicara sehingga terdengar dengan baik oleh penerima informasi. Peserta dilatih menyebutkan huruf vokal dengan baik dan diikuti dengan latihan pernapasan.


“Lakukan latihan-latihan ini di rumah setiap hari, sebaiknya dilakukan saat bangun tidur. Latihan ini tidak perlu waktu yang lama, cukup 5 sampai 10 menit saja, tetapi hasilnya nanti dapat anda rasakan sendiri” ujar Didi petet.

Dari pengamatan KONTAK, seluruh peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Karena menurut Didi Petet, ilmu yang diberikan biasanya disampaikan kepada para calon pemain teater atau pemain film bahkan penyanyi.


”Bisanya, latihan ini saya berikan kepada murid-murid saya di teater sebelum mereka latihan dialog” ujar Didi memberikan motivasi kepada peserta.

Operasi Tiket KA

Daop 1 dan Daop 3 gelar operasi penertiban tiket kereta


PT Kereta Api menggelar operasi pemeriksaan serentak (PS) penertiban penumpang tanpa karcis (free rider) di Stasiun Jatinegara dan Cikampek, Jumat (25/2). Operasi kali ini merupakan operasi Gabungan Daerah Operasi 1 Jakarta dan Daerah Operasi 3 Cirebon




Menurut kepala Humas PT KA Daop I Jakarta Sugeng Priyono, PS bertujuan menurunkan penumpang tak bertiket di lintas KA jarak jauh.
"Penertiban free rider hari ini ditujukan bagi penumpang tak bertiket oleh petugas KA serta gabungan dari Polri dan Garnisun," ujar Sugeng saat diwawancara media cetak dan elektronik.



Dia memaparkan pelaksanaan PS dimulai dari Stasiun Jatinegara melibatkan lebih kurang ratusan petugas gabungan. Petugas itu meliputi sebanyak 20 personil dari Garnisun, 30 dari Polri & Security dan 50 petugas internal PT KA.



Kereta-kereta yang menjadi target operasi sebanyak 8 KA yakni KA Sembrani, KA Bangunkarta, KA Gumarang, KA Senja Kediri, KA Senja Bisnis Semarang, KA senja Bisnis Solo, KA Senja Bisnis Jogja dan KA Sawunggalih.
Sugeng menambahkan, Pola operasi yang dilakukan adalah petugas gabungan dibagi dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok disesuaikan dengan jadwal keberangkatan KA yang menjadi target operasi. Petugas gabungan mulai naik dari stasiun Jatinegara dan berakhir di stasiun Cikempek.



Pemeriksaan Serentak (PS) dibagi dua system yakni PS jalan antara Stasiun Jatinegara sampai dengan stasiun Cikampek dan Operasi setempat (stasioner) di Stasiun Cikampek. Pada PS jalan berhasil menjaring 707 oknum TNI dan 181 penumpang sipil, secara total menjadi 888 orang dengan jumlah pendapatan mencapai Rp. 100.543.500,- . Sedangkan hasil PS stasioner di stasiun Cikampek berhasil menjaring 17 orang oknum TNI dan 190 orang penumpang sipil, total 207 penumpang dengan pendapatan mencapai Rp.21.065.000,-
Sehingga total penumpang yang terjaring mencapai 1.095 orang dangan total pendapatan mencapai Rp.121.608.500,-.###

KA Joko Kendil


KERETA WISATA “ DJOKO KENDIL ”


Kereta wisata tidak hanya milik pendahulunya yaitu kereta Nusantara, Toraja, dan Bali.Kini, kereta wisata dengan fasilitas cukup representatif telah lahir lagi,diberi nama Djoko Kendil I, dan Djoko Kendil II.Kedua kereta yang bercat warna hijau tua dengan kombinasi warna kuning gading ini,layak disebut kereta wisata karena fasilitasnya selain terkesan unik dan antik, kereta ini dapat digunakan untuk wisata keluarga, juga sangat cocok digunakan untuk wisata sambil melakukan pertemuan atau rapat.

Unik, karena kedua kereta tersebut didesain secara trainset, artinya kedua kereta tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, serta kita baru mendapat sensasinya apabila kedua kereta tersebut dirangkaikan menjadi satu, ini disebabkan desain Djoko Kendil I digunakan untuk rapat, diskusi, pertemuan para manajer perusahaan, sambil berwisata. Sedangkan Djoko Kendil II sangat cocok untuk bersantai, bercengkrama sambil menikmati panorama selama dalam perjalanan.

Antik, dilihat dari nomor seri keretanya saja, dapat dipastikan kereta ini sudah berumur lebih dari 70 (tujuh puluh) tahun.Sebelumnya, kereta wisata ini merupakan proses metamorfosis dari kereta IW. 38201 dan NRU. 38201 yang diproduksi tahun 1938.Selain itu konstruksi kereta Djoko Kendil I & II seluruhnya masih asli termasuk dinding kereta yang terbuat dari baja setebal 3 mm, tanpa ada sambungan.Demikian halnya sudut kereta yang berbentuk oval, dengan bogie tetap menggunakan jenis K.2, tangga bordes terdiri dari 3 (tiga) trap, dengan 2 (dua) trap yang paling bawah menjorok keluar, jadi apabila kita melihatnya terlihat eksotik.

Kedua kereta tersebut dilengkapi dengan penyejuk ruangan dengan daya berkekuatan 60 KVA, dan masing-masing kereta memiliki 8 (delapan) buah jendela disisi kanan dan kiri yang dapat dibuka maupun ditutup. Ini dimaksudkan agar penumpang dapat memilih penyejuk udara di ruangan menggunakan air conditioner atau udara alami diperjalanan.Konon IW. 38201 adalah kereta yang digunakan oleh pejabat perusahaan kereta api tempo dulu melakukan inspeksi ke berbagai daerah di pulau jawa.Sedangkan NRU. 38201 adalah kereta sebagai tempat pengangkut alat-alat kerja regu penolong, juga dilengkapi sarana untuk istirahat bagi regu penolong, oleh karenanya pada dinding kereta tersebut terdapat tulisan “slaaprutuig”.

Kemudian, kereta IW. 38201 berganti nomor seri IW. 38212 tersebut direkonstruksi di balai yasa Surabaya Gubeng pada triwulan I tahun 2008 diberi nama “Djoko Kendil I”. Sedangkan NRU. 38201 berganti nomor seri IW. 38221 direkonstruksi pada triwulan II tahun 2008 dan dinamakan “Djoko Kendil II”.Djoko Kendil I.Berbeda dengan kereta biasa tentunya, desain kedua kereta wisata ini masing-masing memiliki sisi unik sendiri-sendiri. Seperti halnya kereta Djoko Kendil I, yang memiliki ruang kompartemen dengan interior minimalis yang dinamis.

Ruangan ini memiliki pintu yang dapat digeser (sliding) dan jika melakukan rapat atau pertemuan tertutup ruangan ini bisa menjadi alternatif yang tepat.Dalam kereta Djoko Kendil I dinding interior dibalut playwood dengan ornamen serat kayu jati juga terdapat meja berbentuk oval dan kursi bundar tanpa sandaran nan antik dengan ukiran khas jawa. Cocok sekali bagi yang ingin melakukan perjalanan sambil menggelar diskusi atau rapat. Ruangan ini juga bisa disulap menjadi ruang akrab bagi keluarga, sambil menikmati fasilitas karaoke dengan kapasitas 20 (dua puluh) orang .Tidak hanya itu, kereta yang menampilkan ciri “tempo doeloe” ini juga dilengkapi mini bar, audio dan video lengkap dengan televisi layar datar 36 inci sekaligus sebagai media presentasi, dengan pendingin ruangan. Keakraban berwisata tidak hanya terwujud di tempat tujuan wisata saja, tetapi sudah mulai terasa saat perjalanan berlangsung karena Djoko Kendhil I tersedia mini bar yang cukup luas, dilengkapi lampu bar, ruang operator, serta toilet sekelas hotel berbintang.Djoko Kendil IIPada kereta ini terdapat ruangan khusus yang dinamai balkon.

Dari balkon ini kita bisa melihat pemandangan luar arah belakang. Ruang balkon ukuran 2,5 m x 3 m dilengkapi sebuah kursi pandang dan dibelakangnya terbentang sofa dengan kapasitas 3 (tiga) orang, dengan 2 (dua) pintu disisi kanan dan kiri yang dapat dibuka dan tutup dengan cara digeser (sliding). Hal ini membuat penumpangnya tetap bisa menikmati keindahan panorama sepanjang jalan yang dilalui sehingga tak ada satu pun yang terlewatkan.Dibelakang ruang balkon terdapat ruang pertemuan ukuran 3 m x 3 m dilengkapi 3 (tiga) sofa dengan kapasitas masing-masing 3 (tiga) orang.Tidak hanya itu, kereta Kendil II terdapat ruang istirahat dengan fasilitas 10 (sepuluh) kursi dengan sistim putar yang cukup luas, reclaining seat yang dapat diatur menjadi 3 (tiga) sudut/posisi, artinya selain dapat diatur secara berjajar, kursi dapat disetel untuk posisi duduk saling berhadapan seperti lazimnya kursi didalam kereta, serta bisa disetel duduk berhadapan menyamping. Setelan 3 (tiga) sudut inilah yang jarang ada didalam kereta lainnya. Kereta ini juga dilengkapi ruang kru, ruang begasi, dan toilet dengan fasilitas audio, video, televisi layar datar 36 inci, dan pendingin ruangan.

Dengan demikian kapasitas kereta Djoko Kendil II adalah 28 (dua puluh delapan) orang.Kereta Djoko Kendil I dan II nampak begitu cantik ketika ditarik dengan lokomotif diesel elektrik seri CC 20015 buatan General Electric, USA tahun 1953.Seluruh proses metamorfosis Djoko Kendil I & II serta rekonstruksi lokomotif CC 20015 adalah karya inovasi arek-arek Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Bayangkan bagaimana sensasinya dan keunikan rapat atau berdiskusi sekaligus berwisata dengan kereta Djoko Kendil I dan II dalam menjelajahi berbagai kota.Tertarik untuk mencobanya? Mari kita tunggu saja kapan kereta Djoko Kendil I, dan II dioperasikan.