Senin, 26 Juli 2010

Sekilas dan Sejarah KRL


Wacana elektrifikasi jalur Kereta Api (KA) di Indonesia telah didiskusikan oleh para pakar kereta api dari perusahaankereta api milik pemerintah Hindia Belanda yaitu: Staats Spoorwegen (SS) sejak tahun 1917 yang menunjukkan bahwa elektrifikasi jalur KA secara ekonomi akan menguntungkan. Elektrifikasi jalur KA pertama dilakukan pada jalur KA rute Tanjung Priuk – Meester Cornelis (Jatinegara) dimulai pada tahun 1923 dan selesai pada tanggal 24 Desember 1924. Untuk melayani jalur kereta listrik ini, pemerintah Hindia Belanda membeli beberapa jenis lokomotif listrik untuk menarik rangkaian kereta api diantaranya adalah Lokomotif Listrik seri 3000 buatan pabrik SLM (Swiss Locomotive & Machine works) –BBC (Brown Baverie Cie), Lokomotif Listrik seri 3100 buatan pabrik AEG (Allgemaine Electricitat Geselischaft) Jerman. Lokomotif Listrik seri 3200 buatan pabrik Werkspoor Belanda serta KRL (Kereta Rel Listrik) buatan pabrik Westinghouse dan KRL buatan pabrik General Electric. Bagian dari perusahaan Staats Spoorwegen yang menangani sarana, pasarana dan operasional kereta listrik ini adalah Electrische Staats Spoorwegen (ESS).

Peresmian elektrifikasi jalur KA bersamaan dengan hari ulang tahun ke 50 Staats Spoorwegen, sekaligus juga peresmian stasiun Tanjung Priuk yang baru yaitu pada 6 April 1925. Elektrifikasi jalur KA yang mengelilingi kota Batavia (Jakarta) selesai pada 1 Mei 1927. Elektrifikasi tahap selanjutnya dilakukan pada jalur KA rute Batavia (Jakarta Kota) – Buitenzorg (Bogor) dan mulai dioperasionalkan pada tahun 1930.

Jalur kereta listrik di Batavia ini menandai dibukanya sistem angkutan umum massal yang ramah lingkungan, yang merupakan salah satu sistem transportasi paling maju di Asia pada zamannya. Di masa itu, kereta listrik telah menjadi andalan para penglaju (komuter) untuk bepergian, terutama bagi para penglaju yang bertempat tinggal di Bogor dan bekerja di Jakarta.

Setelah Indonesia merdeka, lokomotif-lokomotif listrik ini masih setia melayani para pengguna angkutan kereta api di daerah Jakarta – Bogor. Pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan tidak pernah membeli lokomotif listrik untuk mengganti atau menambah jumlah lokomotif listrik yang beroperasi. Namun pada akhirnya, dengan usia yang telah mencapai setengah abad, lokomotif-lokomotif ini dipandang tidak lagi memadai dan mulai digantikan dengan rangkaian Kereta Rel Listrik baru buatan Jepang sejak tahun 1976.

Seiring perkembangan zaman, Commuter (KRL Jabotabek) yang beroperasi sekarang sudah memiliki berbagai fasilitas dan kelas, mulai dari tempat duduk yang ”empuk” hingga Air Conditioner (AC) yang menyejukkan. Saat ini ada tiga kategori atau kelas pelayanan Commuter, antara lain Commuter ekonomi non-AC, Commuter Ekonomi AC dan Commuter Ekspres AC.

Sistem pengoperasian Commuter terpadu di wilayah Jabotabek dimulai pada tahun 2000, saat itu pemerintah Indonesia menerima hibah 72 unit KRL. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 unit gerbong bisa langsung digunakan dan dioperasikan sebagai rangkaian-rangkaian KRL Pakuan yang melayani rute Jakarta – Bogor, PP.

Saat ini Commuter melayani lintas Jakarta – Bogor, PP; Jakarta – Tanahabang, PP; Jakarta – Bekasi, PP; Jakarta – Tangerang, PP; dan Jakarta – Serpong, PP.

Selain itu, ada juga Commuter lingkar Jakarta dengan nama KRL Ciliwung, dengan rute Manggarai – Tanahabang – Angke – Kemayoran – Pasarsenen – Jatinegara kembali ke Manggarai dan arah sebaliknya.

Bagi pekerja di wilayah Jabotabek yang terpaksa pulang malam hari, kini telah dioperasikan Commuter ekonomi AC malam hari untuk lintas Jakarta – Bogor, Jakarta – Depok, Jakarta – Bekasi, Manggarai – Tangerang dan Manggarai – Serpong.

Bahkan, sejak beberapa tahun terakhir ini, setiap Sabtu dan Minggu telah tersedia pula Commuter Wisata yang melayani jalur Stasiun Bogor – Stasiun Ancol dan Stasiun Serpong – Stasiun Ancol, Stasiun Tangerang – Stasiun Ancol, Stasiun Bekasi – Stasiun Ancol. Commuter Wisata tersebut melayani penumpang pulang-pergi, pada pagi dan sore hari. Harga tiket sudah termasuk tiket masuk ke Taman Impian Jaya Ancol.

KRL yang digunakan dalam melayani penumpang Jabotabek adalah KRL AC eks Jepang namun masih dalam kondisi baik dan layak digunakan. Khusus untuk KRL Ciliwung, kita menggunakan kereta buatan PT INKA Madiun dengan nama KRL I (atau disebut KRL Indonesia).

Semakin tingginya animo masyarakat akan pelayanan Commuter, membuat PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek harus menambah armada rangkaian yang dimilikinya. Hal ini bisa dilihat dari semakin padatnya KRL terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari.

Belum lama ini, tepatnya 1 Agustus 2008, PT Kereta Api (Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek) kembali mendatangkan KRL dari Jepang sebanyak 1 set KRL atau 8 gerbong. Rencananya, KRL tersebut akan digunakan untuk menambah daya angkut pada lintas Jakarta – Bogor dan Jakarta – Bekasi. Namun sebelum dioperasikan, rangkaian yang baru datang ini harus memasuki beberapa tahap pengecekan termasuk proses pemeriksaan dan uji sertifikasi dari Departemen Perhubungan terlebih dahulu. Kabar menggembirakan lainnya, pada bulan September ini akan datang lagi KRL berikutnya sebanyak 8 gerbong.

Latar Belakang Pendirian PT KAI COMMUTER JABODETABEK

PT KAI Commuter Jabodetabek adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT KERETA API (Persero) yang dibentuk sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menneg BUMN No. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008.

Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks.

PT KAI Commuter Jabodetabek ini akhirnya resmi menjadi anak perusahaan PT KERETA API (Persero) sejak tanggal 15 September 2008 yaitu sesuai dengan Akte Pendirian No. 415 Notaris Tn. Ilmiawan Dekrit, S.H.



Kehadiran PT KAI Commuter Jabodetabek dalam industri jasa angkutan KA Commuter bukanlah kehadiran yang tiba-tiba, tetapi merupakan proses pemikiran dan persiapan yang cukup panjang. Di mulai dengan pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek oleh induknya PT Kereta Api (Persero), yang memisahkan dirinya dari saudara tuanya PT KERETA API (Persero) Daop 1 Jakarta. Setelah pemisahan ini, pelayanan KRL di wilayah Jabotabek berada di bawah PT KERETA API (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dan pelayanan KA jarak jauh yang beroperasi di wilayah Jabodetabek berada di bawah PT KERETA API (Persero) Daop 1 Jakarta.

Dan akhirnya PT KERETA API (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek berubah menjadi sebuah perseroan terbatas, PT KAI Commuter Jabodetabek. Setelah menjadi perseroan terbatas perusahaan ini mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Tugas pokok perusahaan yang baru ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter (untuk selanjutnya disebut ”Commuter” saja) dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Serpong) dan Bekasi (Jabotabek) serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.

SOSIALISASI PROGRAM TIKET ELEKTRONIK

Untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa KA Commuter, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan memberlakukan system elektronik ticketing. Sistem modern yang dibangun KCJ ini diberi nama Commet yang tak lain merupakan kependekan dari Commuter Elektronik Ticketing.

Untuk mendukung program tersebut, PT KAI Commuter Jabodetabek melakukan sosialisasi kepada segenap karyawannya dan PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Acara tersebut berlangsung di Gedung Jakarta Railway Center, Jl. Ir. H. Juanda 1B No. 8-10 Jakarta Pusat, Senin (7/12).

Acara sosialisasi dihadiri jajaran Direksi PT KAI Commuter Jabodetabek, beberapa petinggi PT KA Daerah Operasi wilayah 1 dan PT Alita selaku pemenang tender.

Dalam sambutannya Hendri Anom, selaku Direktur Operasional PT KAI Commuter Jabodetabek mengatakan bahwa tujuan dari Elektronik Tiketing ini adalah untuk mengurangi transaksi yang ada di loket dengan begitu uang susuk pun berkurang. “Untuk mewujudkan keberhasilan system elektronik ticketing ini, diperlukan koordinasi satu sama lain di lapangan,” lanjut Hendri lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Mulianta Sinulingga Executive Vice President 1 Jakarta. “Apapun yang menjadi program yang dijalankan baik itu oleh PT Kereta Api (Persero) ataupun PT KAI Commuter Jabodetabek kita harus saling membantu dalam merealisasikannya, karena program ini merupakan terobosan baru yang harus disertai kesiapan kita semua. Ubahlah sikap dan mental kita dari mental dilayani menjadi mental melayani,” kata Mulianta pada akhir sambutannya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Keuangan PT KAI Commuter Jabodetabek, Ignatius Tri Handoyo memaparkan keuntungan-keuntungan menggunakan Commet ini. Terdapat tiga tahap penggunaan Commet ini, pertama melakukan typing di gate (pintu) masuk saat menuju peron, tahap kedua melakukan typing di dalam KA Commuter untuk menentukan kelas KA Commuter yang dinaiki dan melakukan typing saat akan keluar dari stasiun untuk melihat saldo yang tersisa.

Program elektronik ticketing akan diberlakukan mulai Februari yang secara langsung akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sedangkan untuk sosialisasinya akan mulai pada minggu ke dua Desember. Sosialiasasi dimulai dari pelanggan KA Commuter Ekspres, KA Commuter Ekonomi AC dan terakhir KA Commuter Ekonomi Non AC.

Kereta Wisata

 


Untuk menunjang kepariwisataan, PT. Kereta Api (Persero) memberikan pelayanan carter kereta khusus wisata juga berbagai keperluan seperti : rapat, pesta pernikahan, ulang tahun, dsb di atas Kereta Api menuju berbagai kota tujuan.

Saat ini PT. Kereta Api (Persero) menyediakan tiga kereta wisata, masing - masing diberi nama :

- Nusantara
- Bali
- Toraja

Ketiga kereta wisata tersebut dapat dirangkaikan pada Kereta Api Reguler yang dilengkapi dengan kereta pembangkit (listrik) berkekuatan minimal 300KVA, seperti : KA Argobromo Anggrek, Argo lawu, Dwipangga, Argo Muria, Argo Gede, Bima dan Sembrani.





Kereta Wisata Nusantara

Disebut kereta wisata Nusantara karena desain interior dan segala pernak - perniknya menggambarkan seni dan keindahan dari berbagai pelosok pulau nusantara, sehingga bila kita berada di dalam kereta ini dapat menikmati desain interior yang bernuansa nusantara.

Kereta yang bernomor seri 67501 ini memiliki kapasitas tempat duduk ekslusif untuk 19 orang. Kamar tidur untuk 2 orang yang dilengkapi kaca rias, lampu tidur dan wastafel.

Untuk melihat pemandangan luar arah belakang secara leluasa tersedia balkon VIP, sedangkan lobi tengah yang ditata mewah dilengkapi Audio, Video/TV monitor, pendingin ruangan (AC), kamar mandi (Toilet) juga tersedia di dalam kereta ini. 




Kereta Wisata Bali

Kereta ini interiornya di desain dan dilengkapi dengan ukiran dan lukisan yang bernuansa Pulau Dewata Bali. Bagi para turis yang menggunakan kereta ini sudah mendapat gambaran baik seni, budaya maupun keindahan pulau Bali. Melalui lukisan dan ukuran yang ditata dengan rapih dan apik dalam kereta. Kereta wisata bali bernomor seri S.67801 memiliki 22 tempat duduk ekslusif dalam 2 ruangan, 16 tempat duduk terletak di Meeting Room dab 6 tempat duduk diruangan khusus (kabin). Fasilitas lainnya seperti Mini Bar, kamar mandi (toilet), Audio/Video dan pendingin ruangan (AC) tersedia di dalam kereta ini.

Kereta Wisata Toraja

Kereta wisata Toraja yang bernomor seri S67802 ini memiliki kapasitas 22 tempat duduk ekslusif, 16 tempat duduk di Meeting Room dan 6 tempat duduk diruang khusus (kabin) serta dilengkapi Mini Bar, kamar mandi (toilet), Audio/Video, pendingin ruangan (AC). Dinamakan Kereta Wisata Toraja karena desain interior serta ukiran dan lukisan di sekitar dinding kereta menggambarkan seni dan budaya daerah Toraja.

PT. KAI SELENGGARAKAN PEKAN OLAH RAGA KERETA API (PORKA)



Selama dua hari mulai Jumat–Sabtu, 23-24 Juli 2010 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan Pekan Olah Raga Kereta Api atau disingkat PORKA. Kegiatan empat tahunan ini diselenggarakan di Gelanggang Olah Raga Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl Dr Setiabudi No. 229 Bandung.

Lebih dari satu setengah dasawarsa mati suri, PORKA 2010 digelar kembali dengan mengusung semangat dalam memperkokoh silaturahmi, persaudaraan dan kebersamaan insan kereta api. Sebanyak 7 cabang olahraga beregu putera dipertandingankan, diantaranya sepak bola, futsal, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, catur dan volley ball. Pesta olahraga karyawan PT. KAI ini diikuti oleh sekitar 600 peserta dari 13 kontingen yang berasal dari 9 Daerah Operasi di Jawa, 3 Divisi Regional di Sumatera, dan 1 kontingen dari Kantor Pusat di Bandung.

Mengawali PORKA kali ini acara dibuka oleh Direktur Utama PT. KAI Ignasius Jonan yang diwakili oelh Direktur Operasi Bambang Irawan; dihadiri Rektor UPI, Sunaryo Kartadinata yang diwakili oleh Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Yudha M Saputra; EVP Corporate Secretary sekaligus bertindak sebagai Ketua Penyelenggara PORKA, Candra Purnama; dan beberapa pejabat PT. KAI (Persero).



Dalam sambutannya saat membuka PORKA Bambang Irawan berharap dengan diselenggarakannya PORKA ini segenap karyawan PT. KAI dapat meningkatkan kinerja, disiplin dan produktifitas mereka. Bambang juga berharap agar karyawan PT. KAI dapat menjaga kebersamaan dan harmoni antar berbagai unit kerja, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan/ pengguna angkutan Kereta api sebagaimana tertuang dalam empat pilar utama Misi PT KAI: Keselamatan, Ketepatan Waktu, Pelayanan dan Kenyamanan.

Selain itu, Bambang meminta agar melalui PORKA ini Pegawai PT KAI dapat memperteguh persatuan dan kebersamaan. "Bangunlah jiwa sportivitas dan persaingan yang sehat, bangun dan raih prestasi dengan baik, dan bertandinglah dengan penuh persaudaraan,” ujar Bambang di hadapan seluruh peserta yang memadati Gelora UPI Bandung.

Pekan Olahraga Kereta Api ini memperebutkan piala pada masing-masing juara cabang olah raga dan satu juara umum yang berhasil mengumpulkan emas paling banyak akan diberikan piala bergilir yang akan diperebutkan kembali pada PORKA mendatang.

Kamis, 22 Juli 2010

Informasi Terbaru Sembrani

Saat ini Sembrani-baru(new-image) hanya memiliki 50 kursi untuk setiap gerbongnya, sedangkan sembrani yg lama masih 52 kursi. Adapun Pembelian tiket untuk 1b dan 13 c dimohon kiranya ditukar ke loket pembelian karcis. 

Sering kali bagi penumpang dari Surabaya (pasar-turi) ataupun dari Jakarta mengalami kesalahan teknis, kenapa perubahan yg sedemikian kecil namun dampaknya akan mengganggu ketidaknyamanan penumpang itu sendiri.

Saya mencoba untuk menghubungi petugas PPKA Surabaya (pasar-turi) untuk menginformasikan saat sembrani-baru stand by di jalur 1  Sabtu, 3 Juli 2010. Karena terdapat karcis 1b dan 13c***

Hanya informasi tersebut tidak  langsung di sampaikan, namun ketika ada penumpang yg bertanya saya hanya menyampaikan dan memberikan saran supaya menukarkan tiket tersebut dengan yg baru.

Mudah-mudahan untuk kedepannya para penumpang diberi kemudahan dan kenyamanan dalam bepergian.  


*** Lebih Tenang Berpergian dengan Kereta Api***

dok anjar

Kata-kata bijak

**There must be a reason why some people can afford to live well. They must have worked for

     it. I   only feel angry when I see waste. 

    When I see people throwing away things that we could use 

**We are all pencils in the hand of God 


**There is more hunger in the world for love and appreciation in this world than for bread.

**We think sometimes that poverty is only being hungry, naked and homeless. The poverty of

    being unwanted, unloved and uncared for is the greatest poverty. We must start in our own 

   homes to remedy this kind of poverty. 

 

**We shall never know all the good that a simple smile can do. 


**We, the unwilling,led by the unknowing,are doing the impossible for the ungrateful.

    We have done so much,for so long,with so little,we are now qualified to do anything with

    nothing.

Rabu, 21 Juli 2010

Ultah Ibu pesan Beef Steak dengan hiasan

Selasa, 20 July yang lalu,  adalah seorang puteri (nama samaran) yang ingin mewujudkan rasa terima-kasih kepada ibunda tercintanya, suatu hari yang spesial adalah hari Ulang Tahun Ibunda. Ketika itu puteri naik dari Stasiun Gambir, sesaat setelah keberangkatan puteri yang duduk di Eksekutif 4 Nomor 5cd menghampiri saya di kereta makan.
Dengan kata-kata yang lembut ia menjelaskan bahwa Ibunda tercinta besok adalah hari ulang tahunnya. Dan ia bermaksud untuk memberikan sesuatu yang spesial di hari itu, saya menawarkan beberapa pilihan. Setelah itu ia memilih untuk menghias pesanan sarapan pagi, berupa beef steak. keesokan harinya Rabu, 21 july saya mengantarkan pesanan tersebut, alangkah bahagianya ibunda dari puteri. Sesaat itu pun juga para penumpang di sekitar juga melihat moment tersebut. Ibunda Selamat Ulang Tahun Yang Ke-57 yaah.... 
dok anjar